RSS

Tukang Sayur Keliling Naas

dok. pribadi (Lusi)

Modus kejahatan kini kian marak. Korbannya tidak pandang bulu. Seperti yang dialami tukang sayur keliling di Legoso, Ciputat, Tangerang Selatan. Bu Trubus, begitu ia sering disapa, sudah menjadi pedagang sayur keliling di daerah Ciputat dan sekitarnya selama 7 tahun.

Rupanya, hari itu naas baginya. “Sekitar jam 13.40 saya berjalan menuju tempat berjualan berikutnya. Tiba-tiba ada satu motor berhenti di samping saya,” tutur wanita berumur 52 tahun ini. Pelaku dua orang dan diduga sepasang suami istri. “Mereka membeli ikan dan minta saya membersihkannya. Saya mulai curiga saat mereka tidak mematikan mesin motor,” lanjutnya.

Tak ada saksi di tempat kejadian, karena pelaku memberhentikan korban dimpat sepi. Saat lengah, dua orang itu mengambil dompet Bu Trubus. Kemungkinan pelaku sudah mengawasi korban dan sudah mengetahui kebiasaannya. Buktinya pelaku sudah mengetahui letak dompet Bu Trubus. Padahal korban sudah menyimpan uangnya pada tempat yang sulit dijangkau.

Mengetahui kebiasaan serta letak tempat menyimpan uang pelaku beraksi cepat pada saat yang tepat. Kerugian diperkirakan mencapai 600 ribu rupiah. Tak ada kerugian lain selain uang. Sampai berita ini diturunkan tak ada niat Bu Trubus melaporkan ke pihak yang berwajib. “Akan menambah susah saya, pasti akan ditanya-tanya dan mondar-mandir ke kantor polisi,” menurutnya. “Saya beranggapan kalau itu bukan rizki saya. Allah juga akan kasih yang lebih dari apa yang hilang dari saya,” ucap wanita asal Brebes, Jawa Tengah ini.

Bu Trubus tidak terlalu ingat wajah pelaku, namun ciri-ciri fisik masih diingatnya. Diduga pelaku bukan penduduk setempat, karena korban tidak pernah melihat mereka sebelumnya di daerah tersebut. Pelaku yang perempuan berpostur tubuh gemuk, pendek, kulit sawo matang dan beramput ikal. Sedangkan pelaku laki-laki kurus, rambut cepak, kulit hitam, dengan postur tinggi. “Kalau saya lihat lagi orang itu, saya pastikan saya mengenalinya,” kata Bu Trubus kepada Delittlejournal, beberapa waktu lalu.

Bu Trubus tidak pernah menyangka kalau gerak-geriknya selama ini diperhatikan. Namun ia bersyukur uang simpanannya tidak ia bawa. Karena biasanya uang simpanan itu ia bawa saat berdagang. Banyaknya pengangguran memicu maraknya kejahatan, berbagai modus pun bermunculan. Penjarahan, pencurian, penipuan hingga yang sekarang ini marak hipnotis, dengan tujuan sama: mendapatkan uang. [teks: Lusi]

can look at http://lusiayusanggita.wordpress.com/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: