RSS

Some Points of Korean Culture ..

South Korea flag. web

Kebudayaan juga dapat dipelajari. Jika seseorang mengatakan kebudayaan adalah sebuah produk turun temurun itu tidak terlalu tepat. Siapapun, dari negara mana pun dapat mempelajari kebudayaan yang diinginkan.

Beberapa  perbedaan antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan Korea :

1.    Budaya Beragama

Di Indonesia setiap orang diharuskan memeluk agama agar mempunyai pegangan hidup. Di Korea ini tidak berlaku. Disana banyak sekali orang yang tidak memiliki agama (atheis). Kini sudah banyak yang memiliki agama diantaranya ada yang beragama Kristen dan Budha.

2.    Budaya Minum

Di Korea, minum [minuman keras] adalah suatu kesempatan untuk lebih dekat dengan orang lain. Bagi yang berusia diatas 20 tahun sudah diperbolehkan minum dan datang ke club. Tetapi dalam minum pun mereka memiliki tata cara seperti gestur tangan adalah simbol paling penting. Saat menuangkan soju (minuman beralkohol terbuat dari beras yang di fermentasi) dari botol ke gelas, posisi tangan kiri menyentuh tangan kanan atau memegang siku. Saat menerima tuangan dari orang yang lebih tua atau posisinya lebih tinggi, harus memegang gelas minum dengan dua tangan. Gelas didudukkan ujung telapak tangan di telapak tangan kiri dan tangan kananlah yang memegang badan gelas. Posisi kepala sedikit menunduk, untuk menunjukkan respon lebih sopan. Secara umum, etika minum di sana tidak memperbolehkan orang yang lebih muda atau paling muda minum seperti biasa. Kepala harus menghadap kiri saat menenggak gelas. Minum dengan menghadapkan wajah ke orang yang lebih tua atau lebih tinggi posisinya dianggap sangat tidak sopan.

3.    Budaya Makan

Dalam budaya Korea ada makanan khas yang memiliki arti yang tidak dimiliki makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap. Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat tinggi (sawi, kacang panjang, selada, dll). Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari saat acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Untuk perlengkapan makan seperti sumpit, mereka lebih suka menggunakan yang terbuat dari bahan stainless steel.

4.    Budaya Sopan Santun

Biasanya di Indonesia jika memiliki teman yang lahir pada tahun yang sama mereka akan bersikap sewajarnya orang yang seumur. Berbeda dengan Korea. Disana meski lahir di tahun yang sama tetapi memiliki bulan yang berbeda, maka akan dilihat siapa yang terlebih dahulu lahir, karena harus menghormati yang lebih tua walau hanya berbeda satu bulan. Dan orang yang lahir pada bulan awal harus di panggil kakak, kecuali sudah menjadi teman yang sangat akrab baru bisa memanggil nama. Bisa dibilang mereka itu tergila-gila dengan kehormatan. Tak ubah nya jabatan tinggi, umur pun dapat menjadi masalah ketika seseorang menggunakan bahasa informal kepada yang lebih tua.

5.    Budaya Pernikahan

Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan bekerja hanya jika diijinkan suami, atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah mengasuh anak dan menjaga rumah. Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak diizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orangtua suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orangtua sang istri jika istrinya mati muda.

6.    Budaya dalam Hal Keturunan

Dalam budaya Korea, anak atau keturunan dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat yaitu hukuman mati kepada sang ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea tempat adat masih berpengaruh secara kuat. Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam praktiknya, ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orangtua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.

7.    Budaya Operasi Plastik

Di Korea operasi plastik bukanlah suatu hal yang aneh, karena kebanyakan orangtua sudah menyuruh anaknya untuk operasi plastik sekitar umur 12 tahun. Entah hanya sekadar membuat lipatan dikelopak mata, memperbesar mata, memperbaiki hidung, dll. Disana tak hanya wanita saja yang melakukan operasi plastik. Banyak kaum pria yang melakukannya, apalagi yang bekerja di bidang entertainment.

8.    Budaya Antri

Budaya yang satu ini sangat jauh berbeda dengan negara kita. Jika di Indonesia kebanyakan orang malas mengantri dan selalu berisik, sungguh berbanding terbalik dengan orang Korea yang lebih memilih untuk antri meski barisannya sangat panjang. Mereka cenderung larut dengan kesibukan sendiri, jadi ketika mengantri tidak ada yang berisik.

9.    Budaya Bunuh Diri

Mungkin yang satu ini agak terlalu ekstrim jika disebut sebagai budaya. Tetapi di Korea jika ada seseorang bunuh diri itu adalah hal yang wajar. Ini biasanya terjadi karena stres menghadapi kehidupan. Penyebab pertamanya tentu saja karena perubahan sosial dari segala aspek disebabkan perkembangan Korea Selatan yang cepat. Mereka telah mengalami perubahan-perubahan besar dalam masa pendek dalam hal politik, ekonomi, dan masyarakat dibanding negara-negara lain. Yang kedua, sebagian orang Korea mengaku stres sejak masih muda. Banyak penyebabnya: dari masalah ujian sekolah hingga kegiatan lain. Bayangkan saja, anak-anak di sana melewatkan berjam-jam setelah sekolah untuk berbagai kursus dan les agar bisa bersaing untuk memasuki universitas karena nantinya memengaruhi pilihan pekerjaan bahkan perkawinan. Singkatnya dari masih muda mereka sudah dipusingkan dengan bayangan masa depan mereka nanti. Yang ketiga bisa juga karena orang Korea banyak yang tidak punya agama.

10. Budaya Training

Tak mudah menjadi seorang artis di Korea, karena harus mengikuti audisi dan masa training yang bisa mencapai empat sampai lima tahun. Itu juga karena dunia entertainment di Korea didominasi grup, jadi tujuan dari training itu adalah menumbuhkan chemistry antara anggota di grup tersebut.

11. Budaya Perkenalan

Saat pertama kali bertemu seseorang, biasanya orang Korea menanyakan nama dan tahun kelahiran. Karena untuk mengetahui siapa yang lebih tua agar tidak selalu menggunakan bahasa yang sangat formal.

12. Budaya Berbahasa

Seperti di Indonesia, di Korea pun ada anak yang berdarah campuran dan memiliki dua bahasa. Atau pun orang yang melanjutkan pendidikannya diluar Korea. Di sana, meski pandai berbahasa Inggris, mereka harus tetap menggunakan aksen Korea menurut aturan dari pemerintah. Untuk kontrak kerjasama pun mereka lebih suka menggunakan aksara Hangul, huruf Korea. Jadi bekerjasama dengan negara manapun tidak mengubah huruf yang digunakan dalam kontrak tersebut.« [teks&foto: dhe, web]

 

One response to “Some Points of Korean Culture ..

  1. yenny

    Mei 21, 2011 at 3:59 pm

    gomawooo berguna bgt kebudayaan ttg korea ini, jd lbh tau kebudayaan sana dmn prang2nya d tuntut bwt kerja keras dan sgt menghormati sopan santun,, makanya Korea maju sgt pesat d bndingkn Indonesia. 2 thumbs up for Korea

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: