RSS

Liputan Senam aerobik dan ke Kota Hujan

Liputan ke Bogor

Pertama kali kami [Sherly, Almira, Dede, Riki dan Lusi] liputan ke daerah Bogor. Alasannya karena selain adanya anggota ‘delittlejournal’ yang tinggal di sana serta kota Bogor juga banyak tempat serta kuliner yang banyak bisa disajikan di blog kami sebagai referensi. Pengalaman yang baru buat saya sendiri pertama kalinya ke Bogor naik kendaraan umum dari Lebak Bulus.

Tempat pertama kami kunjungi  ke Pasar Bogor, tepatnya di seberang pintu masuk Kebun Raya Bogor. Saya mewawancarai beberapa pedangang yang berjualan di sana. Setelah mendapat informasi  kami langsung masuk ke Kebun Raya Bogor. Di sana banyak pohon yang berusia puluhan tahun, kebetulan ada sekelompok orang asing yang berkunjung.

Tour guide yang mendampingi mereka sangat lancar menjelaskan dengan bahasa Belanda. Saya kagum dengan bapak itu yang berusia sekitar 60an. Kami langsung menuju danau dan jembatan merah. Adanya mitos di jembatan merah, bila sepasang remaja yang pacaran akan putus saat berjalan di sana. Saya pun kurang tau dengan mitos tersebut benar tidaknya.

Perut mulai keroncongan kami diajak oleh Almira ke sebuah tempat makan. Tempatnya cozy dan sangat ramai, sampai-sampai kami harus menunggu untuk makan di Sop Buah Pak Ewok. Memang sop buah di sana enak sekali berbeda dengan sop buah yang ada dan harganya pun terjangkau. [teks : Lusi]

Liputan Olahraga

Untuk meliput serta mewawancarai instruktur senam aerobik cukup sulit. Karena Ibu Rianty sangat sibuk untuk melatih senam. Dari satu tempat ke tempat yang lain ia mengajar senam. Tidak ada hari libur baginya, sampai hari minggu pun ia masih mengajar. Saking sibuknya setiap hari minggu Ibu Rianty mengajak ke dua anak dan suaminya.

Setelah mendapat contact personnya saya baru tahu ia akan pergi keluar kota. Selama dua minggu saya baru bisa bertemu dengannya. Saya pun mewawancarinya dengan informal, bisa dibilang bukan seperti wawancara. Ternyata Ibu Rianty sangat ramah dan baik. Keesokan harinya saya ditelephon Ibu Rianty, ia mengajak saya untuk aerobik.

Saya kaget karena saya sudah bilang dengannya, kalau saya akan mendokumentasikan saat ia melatih di Pondok Cabe saja. Sampai saat ini Ibu Rianty masih sering mengontak saya dan mengajak saya. Kepribadiannya yang low profile membuat banyak orang suka dengannya. Ibu dua anak ini badanya sangat bagus, tidak telihat lemak yang bergelambir. Suami dari Ibu Rianti sangat ramah juga tidak berbeda jauh dengannya. [teks : Lusi]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: