RSS

Fr. Jeremias Uskono: Perjalanan Menjadi Imam

14 Mei

jemie-dok. pribadi

Terpanggil menjadi imam, tak pernah ada dalam cita-cita Jemie kecil. Tapi waktu duduk di kelas lima SD, perhatian Jemie tersita sejak melihat sosok imam idolanya. Ketika itu sang imam tengah menjadi Romo di Paroki tempat ia tinggal.

Bungsu dari tiga bersaudara ini kemudian bercerita, Romo yang berdiri di depan altar dan tengah merayakan Ekaristi itu kemudian menjadi panutan baginya. Selain keseharian sang imam sederhana, ramah terhadap umat, ia juga tidak pilih kasih. Lalu ia mengutarakan keinginan suci untuk mengikuti jejak sang idola kepada orangtuanya.

Ternyata keinginan menjadi imam terhalang ayahnya. Sang ayah tak setuju dengan panggilan hidup yang akan ia ambil. Ayah Jemie memang tak secara langsung mengatakan alasan ketidaksetujuan kepadanya. Namun pria bernama lengkap Fransiskus Asisi Yeremias Uskono ini curiga karena dia adalah penerus nama keluarga. Ketidaksetujuan ayahnya diperlihatkan dengan sikapnya yang tak mau mengajarinya membuat lamaran ke Seminari dan juga enggan menandatangani persetujuan. Tetapi Tuhan menunjukkan jalan-Nya. Semua yang Jemie harapkan berjalan sesuai keinginannya. Setelah mendapat pengertian dari ibunda, ayahnya menyetujui dan mendukung panggilan jalannya itu.

Setelah lulus SLTP, kelahiran 11 Agustus 1987 ini langsung bergegas mendaftarkan diri masuk ke Seminari Menengah Stella Maris Bogor. Pendidikan di sana mesti ditempuh selama empat tahun [tiga tahun SMA dan satu tahun Kelas Persiapan]. Jemie mengalami jatuh bangun menelusuri panggilan hidup yang suci ini. Tentu saja itu tidak mudah. Di tengah masa belajar, ia mengalami kerinduan terdalam karena jauh dari orangtua. Tak jarang ia juga mengalami konflik dengan teman-temannya. Tetapi hal yang paling membanggakan adalah saat ia mengalami keberhasilan dalam studinya itu. Semuanya ia lewati berkat bimbingan Tuhan yang selalu menyertai dirinya setiap saat.

Setelah empat tahun menjalani hidup di Seminari Menengah Stella Maris Bogor, ia melanjutkan pendidikan calon imam dengan masuk ke Diosesan Bogor. Menurutnya, tak mudah masuk ke Diosesan Bogor karena awalnya ia tidak memilih untuk masuk ke sana. Pilihan pertamanya adalah Ordo Carmel [O.Carm]. Jemie mengikuti tes masuk ke Ordo Carmel di Malang. Sayang, selama mengikuti tes tersebut Jemie merasakan ketidaknyamanan dan ketidakcocokan. Ia merasa tak layak menjadi Frater di Ordo Carmel. “Jiwa saya adalah jiwa pelayanan bukan hanya diam di tempat,” begitu menurutnya. Tak disangka, ia dinyatakan lulus. Tapi dengan bulat hati ia memutuskan untuk tidak masuk.

Kejadian tersebut membuatnya berani mengutarakan hal itu kepada Romo Rektor Seminari Menengahnya dahulu. Atas anjuran Romo Rektor dan dari keinginannya sendiri akhirnya Jemie memberanikan diri mengikuti tes di Seminari Tinggi St Petrus dan Paulus Keuskupan Bogor. Ya, meski panggilannya untuk menjadi frater di sana tidak murni–ini pilihan kedua–namun ia yakin dan percaya Tuhan memanggilnya untuk hidup di jalan ini.

Kejadian luar biasa baginya datang kembali. Jemie dinyatakan lulus dan akhirnya hingga kini dirinya menjalani panggilan hidup yang suci yaitu menjadi seorang imam di Diosesan Bogor. “Saya adalah frater Diosesan Bogor yang mencoba mengabdikan diri dalam pelayanan kepada sesama dan menjadi imam di Keuskupan tempat saya tinggal,” paparnya. Baginya, menjadi seorang imam berarti siap hidup selibat dan tidak menikah. Alasannya adalah, jika Tuhan berkehendak, siapa yang bisa menolak. «[teks & foto: sher/ dok. pribadi]

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2011 in Profil

 

One response to “Fr. Jeremias Uskono: Perjalanan Menjadi Imam

  1. Jemie

    Mei 16, 2011 at 9:01 am

    wew….udh muncul toh….thankz for delittlejournal, sukses yaaaa…..Good Bless You

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: